Profil Desa Pasanggrahan: Harmoni Agraris dan Denyut Industri Kreatif di Jantung Garut
Berdiri tegak sejak tahun 1922, Desa Pasanggrahan terus bermetamorfosis. Dari sebuah kawasan agraris tradisional di dataran Sukawening, kini bertransformasi menjadi "Desa Berkembang" yang memadukan kekayaan hasil bumi dengan produktivitas industri kreatif warganya.
Selamat datang di Desa Pasanggrahan, sebuah kawasan potensial yang terletak di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Berada di luar kawasan hutan, desa ini dikaruniai bentang alam dataran seluas 305,28 hektar yang subur dan strategis, menjadikannya kanvas yang sempurna bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Identitas & Status Desa
Secara administratif, Desa Pasanggrahan memiliki rekam jejak pembangunan yang terstruktur dengan baik. Berikut adalah ringkasan profil administratif desa:
| Aspek | Keterangan |
| Kode PUM | 3205152008 |
| Tahun Pembentukan | 1922 |
| Klasifikasi | Swakarya |
| Kategori | Mula |
| Status IDM | Desa Berkembang |
| Tipologi Desa | Pertanian / Diluar Kawasan Hutan |
Geografi & Batas Wilayah
Desa Pasanggrahan memiliki batas administratif yang jelas, dikukuhkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) No. 170 Tahun 2023. Posisinya berbatasan langsung dengan desa-desa tetangga yang saling mendukung perputaran roda ekonomi:
Sebelah Utara: Desa Sukahurip
Sebelah Selatan: Desa Sukawening
Sebelah Timur: Desa Sukamukti
Sebelah Barat: Desa Babakan Loa
Dinamika Kependudukan
Desa Pasanggrahan adalah rumah bagi masyarakat yang dinamis dan terus bertumbuh. Berdasarkan data pembaruan per 31 Desember 2024, populasi desa menunjukkan grafik yang positif:
Total Penduduk: 8.393 Jiwa
Laki-laki: 4.270 Jiwa
Perempuan: 4.123 Jiwa
Total Kepala Keluarga (KK): 2.681 KK
Terdapat peningkatan yang signifikan dibandingkan data historis sebelumnya (7.761 jiwa dan 2.422 KK), yang menandakan bahwa desa ini menjadi tempat yang nyaman dan terus berdenyut. Adapun intervensi terhadap 735 Rumah Tangga sasaran (DTKS 2020) terus menjadi fokus pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan secara bertahap.
Urat Nadi Ekonomi: Pertanian & Industri Lokal
Meskipun fondasi utama masyarakat bertumpu pada sektor Pertanian, Desa Pasanggrahan bukan sekadar desa bercocok tanam biasa. Desa ini menonjol sebagai pusat pengolahan dan industri mikro yang patut diperhitungkan!
Produk Unggulan Desa:
Sektor Pertanian: Jagung Hibrida
Sektor Kuliner: Makanan Olahan Tradisional Nusantara seperti Opak dan Kolontong.
Geliat Industri Kecil dan Menengah (IKM):
Kemandirian ekonomi warga dibuktikan dengan hadirnya 1 lokasi Lingkungan Industri Kecil (LIK) yang menaungi puluhan industri rumah tangga dan kerajinan, di antaranya:
50 Unit Industri Makanan & Minuman: Berfokus pada pengolahan daging, ikan, buah, sayur, hingga produk turunan susu dan aneka kuliner lainnya.
34 Unit Industri Keramik/Gerabah & Batu: Memproduksi genteng, batu bata, porselin, hingga tegel berkualitas.
1 Unit Industri Barang dari Kulit: Memproduksi tas, sepatu, dan sandal.
1 Unit Industri Barang dari Kayu: Merancang mebel seperti meja, kursi, dan lemari.
Infrastruktur: Pendidikan & Pelayanan Kesehatan
Predikat sebagai Desa Berkembang (berdasarkan Indeks Membangun Desa / IDM) tidak lepas dari ketersediaan fasilitas publik yang memadai untuk menjamin masa depan generasi muda dan kesehatan warga.
Fasilitas Pendidikan:
Ketersediaan institusi pendidikan yang sangat komprehensif, mulai dari usia dini hingga kejuruan:
4 unit PAUD
4 unit Taman Kanak-Kanak (TK)
8 unit SD / MI
4 unit SMP / MTs
2 unit SMA / MA
1 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Fasilitas & Tenaga Kesehatan:
Akses kesehatan berada di jangkauan warga dengan keberadaan sarana dan tenaga medis yang mumpuni (Data Podes 2018):
14 Titik Posyandu yang tersebar merata
2 Orang Dokter Umum/Spesialis
3 Orang Bidan Dedikatif
9 Tenaga Kesehatan lainnya
Desa Pasanggrahan bukan sekadar titik di peta Kabupaten Garut. Dengan warisan sejarah yang panjang sejak 1922, hasil panen jagung hibrida yang melimpah, renyahnya opak dan kolontong, hingga tangan-tangan terampil pembuat keramik, desa ini terus melangkah maju menjadi kawasan mandiri yang inspiratif dan berdaya saing tinggi.

